About

LEBIH BAIK SALAH DARIPADA TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH !! jangan takut untuk mencoba daripada tidak pernah mencoba sama sekali !!

Rabu, 29 Februari 2012

Cara Membuat Link Warna Warni

Cara Membuat Link Warna Warni Saat Disentuh Cursor

langsung saja:
1. Masuk ke akun Blogger Sobat

2. Klik Rancangan > Edit HTML

3. Beri tanda centang di Expand Template Widget.

4.Cari kode <b:skin><![CDATA[/* Tekan di keyboard Ctrl + F lalu isikan kode untuk mempercepat pencarian.

5. Copy kode di bawah ini lalu paste di atas kode tersebut
<script src='http://achmad46.googlepages.com/rainbow.js'>
</script>

7. SIMPAN

Baca Selengkapnya disini :

Senin, 27 Februari 2012

Jenazah bisa Berubah

JENAZAH BERUBAH MENJADI BABI HUTAN

    Seorang anak mendatangi Rasulullah sambil menangis. Peristiwa itu sangat mengharukan
Rasulullah S.A.W yang sedang duduk bersama-sama sahabat yang lain.

"Mengapa engkau menangis wahai anakku?" tanya Rasulullah.
"Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melawat. Aku tidak mempunyai kain kafan,
siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya?" Tanya anak itu.

    Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu.
Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan.
Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah S.A.W.


    Maka datanglah sendiri Rasulullah S.A.W ke rumah anak itu. Didoakan kepada Allah sehingga
babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyembahyangkannya dan
meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa hairannya para sahabat, ketika jenazah itu akan
dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan.


    Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama
hidupnya."Ayahku tidak pernah mengerjakan solat selama hidupnya," jawab anak itu.


Kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, "Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah

akibatnya bila orang meninggalkan solat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat."

percakapan nabi musa dengan Allah

PERCAKAPAN MUSA A.S DENGAN TUHAN


Musa A.S: Oh Tuhan, ajarilah kami sesuatu yang dapat kami pakai untuk berzikir dan berdo'a kepada
Engkau.

Tuhan: Ucapkan, Laa Ilaaha Illlallaah ha Musa.

Musa A.S: Oh Tuhan, semua hamba-Mu telah mengucapkan kalimat itu.

Tuhan: Hai Musa, andaikan langit yang tujuh berserta seluruh penghuninya selain Aku, dan bumi yang
           tujuh ditimbang dengan Laa Ilaaha Illallaah, nescaya masih berat Laa Ilaaha Illallaah.

Kata Hikmah :
1. Kisah ini diambil dari hadis Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim
   dari Abi Sa'id Al-Khud riyyi r.a.
2. Nilai Laa Ilaaha Illallaah lebih hebat daripada langit, bumi dan seluruh penghuninya.
3. Langit itu berpenghuni.
4. Bumi itu tujuh lapis sebagaimana langit.
5. Seutama-utama zikir adalah Laa Ilaaha Illallaa

Ayat kursi menjelang tidur

            AYAT KURSI MENJELANG TIDUR
   

    Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di
bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran
Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.

    Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun
merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat
memerlukan makanan."

    Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada
fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau :

"Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"

    Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat
memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada
pencuri itu,, lalu dilepaskannya.

"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi."

    Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun
ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali
ini ia pun tertangkap.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin.
Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji
esok tidak akan kembali lagi."

    Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali
dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya
seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan :

"Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."

    Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata,
telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri
disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti
diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya
sekali lagi.

    Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal.
Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ?
Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."


    Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang
menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati.
Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan.
Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.


    "Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan
datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari
tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan
lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata :

 "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

    "Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak
tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai
akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati
tuan sampai pagi."


    Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih
menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.

    Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya
yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.


    "Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat
menceritakan segalanya.

"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,"
jawab Abu Hurairah.

"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.

Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu…..
Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan
selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."


    Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar,
sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa
sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?"

"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.

"Itulah syaitan."

Awan dan orang bertobat

AWAN MENGIKUTI ORANG YANG BERTAUBAT


    Diriwayatkan bahawa seorang tukang jagal terpesona kepada budak tetangganya. Suatu saat
gadis itu mendapatkan tugas menyelesaikan urusan keluarganya di desa lain. Si tukang jagal lalu
mengikutinya dari belakang sampai akhirnya berhasil menemukannya. Si tukang jagal lalu memanggil gadis
itu dan mengajaknya menikmati kesempatan langka dan indah itu. Tetapi gadis itu menjawab,

"Jangan lakukan. Meskipun sangat mencintaimu, aku sangat takut kepada Allah."

    Mendengar jawapan itu, si tukang jagal merasa dunia berputar. Kerana menyesal dan sedar
hatinya gementar, tenggoroknya kering dan hatinya semakin berdebar, dia lalu berkata, "Kau takut
kepada Allah sedangkan aku tidak."


    Dia pulang sambil bertaubat. Di jalan ia diserang haus dan nyaris mati. Is kemudian bertemu
seorang soleh. Mereka berjalan bersama. Mereka melihat gumpalan awan berjalan menaungi mereka
berdua sampai mereka masuk ke sebuah desa. Mereka berdua yakin bahawa awan itu untuk orang yang
soleh. Kemudian mereka berpisah di desa tersebut. Awan itu ternyata condong dan terus menaungi si
tukang jagal itu sampai dia tiba di rumahnya. Orang soleh tadi hairan melihat kenyataan ini.

    Dia lalu mengikuti tukang jagal tadi lantas bertanya kepadanya dan dijawabnya juga di tempat
itu. Maka laki-laki soleh itu berkata, "Janganlah hairan terhadap apa yang kau lihat, kerana orang yang
bertaubat kepada Allah itu berada di suatu tempat yang tak seorang pun berada di situ."


Anak membangkang

SEORANG ANAK MEMBANGKANG PERINTAH AYAHNYA


    Ketika Rasulullah S.A.W memanggil kaum Muslimin yang mampu berperang untuk terjun ke
gelanggang perang Badar, terjadi dialog menarik antara Saad bin Khaitsamah dengan ayahnya yakni
Khaitsamah. Dalam masa-masa itu panggilan seperti itu tidak terlalu menghairankan. Kaum Muslimin sudah
tidak merasa asing bila dipanggil untuk membela agama Allah dan jihad fisabilillah. Sebab itu Khaitsamah
berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, aku akan keluar untuk berperang dan kau tinggal di rumah
menjaga wanita dan anak-anak."

    "Wahai ayahku, demi Allah janganlah berbuat seperti itu, kerana keinginanku untuk memerangi
mereka lebih besar daripada keinginanmu. Engkau telah berkepentingan untuk tinggal di rumah, maka
izinkanlah aku keluar dan tinggallah engkau di sini, wahai ayahku."

Khaitsamah marah dan berkata kepada anaknya, "Kau membangkang dan tidak mentaati perintahku."
Saad menjawab, "Allah mewajibkan aku berjihad dan Rasulullah memanggilku untuk berangkat berperang.

    Sedangkan engkau meminta sesuatu yang lain padaku, sehingga bagaimana engkau rela melihat
aku taat padamu tetapi aku menentang Allah dan Rasulullah."

    Maka Khaitsamah berkata, "Wahai anakku, apabila ada antara kita harus ada yang berangkat
satu orang baik kau mahupun aku, maka dahulukan aku untuk berangkat."
Saad menjawab, " Demi Allah wahai ayahku, kalau bukan masalah syurga, maka aku akan mendahulukanmu."


    Khaitsamah tidak rela kecuali melalui undian antara dia dan anaknya sehingga terasa lebih adil.
Hasil undian menunjukkan bahawa Saadlah yang harus turun ke medan perang. Dia pun turun ke medan
Badar dan mati syahid.

    Setelah itu Khaitsamah berangkat menuju medan pertempuran. Tetapi Rasulullah tidak
mengizinkannya. Hanya sahaja Rasulullah akhirnya mengizinkannya setelah Khaitsamah berkata sambil
menangis, " Wahai Rasulullah, aku sekali terjun dalam perang Badar. Lantaran inginnya aku harus
mengadakan undian dengan anakku. Tetapi itu dimenangkannya sehingga dia yang mendapat mati syahid.

    Kelmarin aku bermimpi di mana di dalamnya anakku itu berkata kepadaku, "Engkau harus
menemani kami di syurga, dan aku telah menerima janji Allah. Wahai Rasulullah, demi Allah aku rindu untuk
menemaninya di syurga. Usiaku telah lanjut dan aku ingin berjumpa dengan Tuhanku."


    Setelah diizinkan Rasulullah, Khaitsamah bertempur hingga mati syahid dan berjumpa dengan
anaknya di syurga.

Hikmah meninggalkan bohong

HIKMAH MENINGGALKAN BOHONG

    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada
seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah
mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata :
"Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu sahaja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya."
Maka Rasulullah menjawab : "Mahukah engkau berjanji bahawa engkau sanggup meninggalkan cakap
bohong?"

"Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.

    Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang
yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia
memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia
meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.

    Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :
"Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu."

    Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.
"Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawapan kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah
engkau berbohong kepadanya" bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia
teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :

"Kalau aku berbohong kepada Rasulullah bererti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya
jika aku bercakap benar bererti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam.
Oh Tuhan....sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat
berharga."

    Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam
perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak
baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan
oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes